DIGITAL ENTREPRENEURSHIP

March 21, 2021

 

Foto oleh Katerina Holmes dari Pexels


Digital Entrepreneurship atau lebih dikenal dengan Wirausaha Era Digital yang tren di kalangan milenial. Kita hidup di era revolusi industri 4.0 yang membuat kemampuan literasi digital sangat penting dimiliki oleh generasi milenial khususnya mahasiswa. Jika dilihat dari bagaimana prospek digital bisnis menurut profesional IT (Information Technology) kita harus punya modal lalu bagaimana prospek kedepannya dan biaya prediksi kedepan seperti apa.

 

Kita perlu memerhatikan 5 hal strategi bisnis terkait dengan era digital saat ini. Yakni ada keunggulan kompetitif yang berfokus kepada pelanggan, bagaimana cara meghubungkan dunia offline ke online, menggunakan SAP Bussines One untuk mendukung transaksi bisnis, cybersecurity untuk melindungi data dan informasi bisnis perusahaan, dan yang terakhir adalah kapabilitas digital apa yang kita butuhkan supaya perusahaan bisa masuk ke dunia digital. Kita perlu juga menguasai beberapa perangkat lunak dan perangkat keras yang membantu kita ketika ada permasalahan. Setiap perusahaan harus melaporkan pajak atau ada pinjaman, setiap bulan harus ada laporan ke pusat ataupun lainnya.

 

Disaat yang seperti ini, generasi milenial memiliki tantangan dan peluang bisnis digital di Indonesia, kita bisa membandingkan dengan data yang ada sebelumnya. Apakah Indonesia sudah ada dalam dunia digital atau belum. Di sebuah penelitian pada tahun 2015, untuk masuk kedalam dunia digital ada empat hal yang harus kita perlukan dan perhatikan, yaitu mobile internet, cloud technology, internet of things, dan big data. Adapun industri yang terkena dampak positif dari empat hal tersebut yaitu terbentuknya pabrik modern dilengkapi sensor yang dipasang di lini produksi dan dapat mengirim status operasi secara online ke bagian pengendali. Selanjutnya ada big data yang akan digunakan untuk meningkatkan efisiensi, hasil, kualitas, dan kondisi alat untuk pemeliharaan. Yang ketiga adalah sistem online pendukung manajemen rantai pasokan, dan yang terakhir adalah pekerjaan berbahaya, berat, atau berulang dilakukan secara otomatis.

 

Selain itu, kita perlu melihat perbandingan Indonesia dengan negara – negara lain. Harga internet di Indonesia termasuk kelompok termurah nomor 2 dibandingkan 20 negara yang disurvei. Walaupun termasuk kedalam kelompok termurah, kualitasnya masih buruk karena negara yang luas artinya memilikipi cakupan yang luas sehingga pemerintah melakukan berbagai upaya salah satunya adalah Palapa Ring, sebuah kabel sepanjang ±35.000 km yang menghubungkan seluruh Indonesia. Menurut survei pada tahun 2015, cakupan jaringan 4G di Indonesia masih dalam persentase 23%. Dari segi pengguna, Indonesia adalah negara dengan penggunaan media sosial tertinggi di dunia dan Jakarta juga dianggap ibu kota twitter dunia. Pada tahun 2016, pendapatan e-commerce di Indonesia berjumlah USD 16 miliar. Sebanyak 78% pengguna internet di Indonesia saat ini melakukan pembelian secara online dan sekitar 75% pembelian online dilakukan melalui perangkat seluler. Begitu banyak peluang yang kita dapat dari media sosial karena populasi pengguna internet meningkat karena harga handphone yang murah.

 

Bagaimana prospek mahasiswa untuk menjadi Digital Entrepreneur, creating the future from the future. Artinya, jika kita ingin unggul di masa depan maka kita perlu memperkirakan masa depan itu seperti apa. Jika mahasiswa dapat membayangkan masa depan itu seperti apa, mahasiswa harus bisa menginvestasikan waktunya untuk mempelajari ilmu masa depan dan ketika sudah terjadi mahasiswa sudah siap menghadapinya maka dapat menjadi unggul di masa depan. Negara Indonesia kaya akan pertambangan, ini merupakan salah satu prospek yang dapat kita ambil. Harapannya mahasiswa dapat memiliki ide kreatif untuk masuk ke dunia wirausaha di era digital saat ini. Ada juga ritel, toko ritel digital hamper tidak membutuhkan SDM dan pembayarannya akan dilakukan secara otomatis. Di jaman yang saat ini ada augmented reality yang akan mengubah cara kita berpakaian. Kemampuan mengoptimalkan investaris dan rak simpan secara otomatis dan mengisi stok berdasarkan analisis pelanggan dan data penjualan. Di Indonesia juga kaya akan pertanian, system penyiraman dan pemupukan saat ini dilakukan secara otomatis menggunakan sensor untuk mengoptimalkan tanah dan meminimalisir limbah.

 

Baca juga : Dunia Kampus 4.0


Masih banyak mahasiswa yang memanfaatkan teknologi informasi yang hanya khusus untuk kepentingan kegiatan bersosial saja, tidak terpetik dipikiran mereka bagaimana memanfaatkan peluang perkembangan digital yang bisa menjadi nilai tambah untuk menjadi seorang wirausahawan. Banyak sekali prospek yang sudah kita dapat, sudah sepatutnya para mahasiswa dapat berinovasi sekreatif mungkin untuk mencapai masa depan yang unggul karena dengan teknologi yang maju saat ini akan lebih efektif dan efesien.

 

Istilah kompetensi dekat dengan dunia akademik, bagaimana kita mencapai target finansial itu dengan cara seperti apa. Ada dua cara yaitu dengan mencari pelanggan baru/lama yang membeli produk terus menerus dan penghematan biaya serta bagaimana aset – aset yang kita miliki itu produktif. Biasanya untuk mencapai target finansial ini, kita harus bisa mengejar kepuasan pelanggan. Saat kita ingin mencapai keuntungan sekian, kita harus memerhatikan harga, kualitas, ketersediaan stok barang, pilihan, barang yang kita jual memiliki fungsi yang relevan, kemampuan kita melayani konsumen, mempunyai pelanggan sebagai mitra, dan citra.

 

Berbicara tentang kepuasan pelanggan ada proses internal, tidak harus semuanya dilakukan namun ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk memuaskan pelanggan. Dalam proses manajemen pasokan, ada produksi dan bagaimana mendistribusi. Proses pengelolaan pelanggan, bagaimana kita membuat pelanggan terus membeli produk kita. Dalam proses inovasi, kita harus pintar mengidentifikasikan peluang yang ada. Dalam proses regulasi dan sosial, kita harus melihat keselamatan dan kesehatan apalagi saat ini sedang ada pandemi. Untuk melaksanakan operasi proses internal tersebut, kita perlu pelaku/wirausaha perlu SDM yang memiliki kapabilitas dan komitmen, yaitu kemampuan dan kemauan.  Kemudian, wirausahawan juga harus dibekali dengan informasi yang cukup. Jika kita sudah mampu dengan kemampuan kita dan kemauan yang bulat, kita dapat membangun usaha dengan tata cara kita.

 

Kompetensi yang dibutuhkan dalam berwirausaha, yaitu berkomunikasi yang merupakan keterampilan yang penting bagi wirausahawan, memiliki kecerdasan finansial yang dibutuhkan wirausahawan untuk mengendalikan arus kas, dan brand/merk yang sangat penting untuk wirausaha karena merupakan citra. Ada juga marketing yang penting untuk kita pahami, networking yang semakin luas jaringan tali silaturahmi yang dibangun maka akan semakin kuat pondasi bisnis yang kita bangun, kita juga harus memikirkan tentang design bukan hanya dari tampilannya tapi juga dari fungsinya. Kemampuan analitik juga penting untuk kita dapat menganalisis karena sehebat apapun firasat atau intuisi kita harus belajar membuat keputusan beradasarkan data. Ada juga pemrogaman dunia digital untuk mengembangkan pemikiran logis memecahkan masalah yang kompleks, yang penting kita memiliki dasar – dasarnya saja. Terakhir, ada online learning yang akan membantu kita untuk meningkatkan kinerja bisnis.

 

Berita baiknya adalah sekarang sudah banyak alat bantu di dunia maya untuk bisa dengan cepat membuat suatu aplikasi. Banyak program – program terkait dengan bisnis dapat di download secara gratis. Perlu dipahami bagi generasi milenial dan wirausahawan baru, kalau kita sudah paham konsepnya maka akan mudah sekali menginformasi. Terkadang saat kita berbicara tentang teknologi kita buntu, karena kita sudah ketakutan sendiri dengan teknologi yang ada. Kemampuan untuk belajar sendiri atau autodidak sangat penting disaat pandemi seperti ini untuk membuat kita terampil dan mandiri. Di dunia perkuliahan, seperti di kampus sebagai laboratorium berpikir, mahasiswa mengasah keterampilan siap pakai.


Seberapa penting seorang wirausahawan baru memanfaatkan digital marketing tadi seperti search engine, pemasaran di media sosial, pay per click, pemasaran konten, dan pemasaran via email. Untuk melihat berapa presentasi popularitas sebuah kata kunci kita dapat melihat di google tren, mencari sebuah kata kunci dan melihat seberapa populernya kata kunci tersebut. Mahasiswa generasi milenial diharapkan untuk ikut dalam online learning sehingga paham tata caranya. Sebagus apapun produk jika strategi marketingnya salah maka tidak ada orang yang tau tentang produk itu. Kalau tidak ada yang tau tentang produk kita, bagaimana produk tersebut dapat terjual. Karena dunia bisnis saat ini lebih memanfaatkan teknologi digital, maka konsep digital marketing harus benar – benar kompetensinya ditingkatkan dan dikuasai.

You Might Also Like

1 komentar

  1. Artikel yang sangat bermanfaat dan informatif, terima kasih karin

    ReplyDelete

About Me

Popular Posts

Total Pageviews